Asimetri Informasi dan Jualan Mobil Bekas

Posted on

Saya sering ditanya, apa sih Asimetri Informasi (information asymmetry) itu? Kadang lucu juga ya klo mahasiswa jurusan akuntansi udah mulai nulis skripsi tapi masih ada yang blom paham tentang Asimetri Informasi, padahal istilah tersebut seringkali digunakan dalam kaitannya dengan pasar modal misalnya.

Asimetri arti harfiahnya adalah tidak simetris. Simetris itu kalo sebuah gambar dipotong menjadi 2 gitu, maka antara bagian kanan dan bagian kiri garis pembaginya harus sama, kalo tidak sama namanya asimetris.

Lantas apa asimetri informasi tersebut? Informasi yang tidak simetris adalah informasi yang tidak sama. Penjelasan ringkasnya gini aja, kalo anda mau jual mobil anda yang sudah lama anda pakai bertahun-tahun, maka anda akan paham seluk beluk mobil itu. Anda mempunyai informasi tentang mobil tersebut. Pernah nabrak berapa kali. Pernah dicat lagi apa nggak. Pernah turun mesin atau nggak. Artinya informasi tentang mobil itu anda akan sangat paham. Tetapi sebaliknya calon pembeli mobil bagaimana?
Pembeli mobil mungkin tidak seberapa paham kondisi sebenarnya mobil yang akan anda jual kepadanya, apalagi klo pembeli mobil tersebut yang juga nggak kenal anda. Jadi anda memiliki informasi lebih lengkap tentang mobil anda daripada calon pembeli. Nah inilah yang dinamakan asimetri informasi, atau ketidakseimbangan informasi mengenai mobil yang akan anda jual. Anda mempunyai informasi yang lebih banyak dan lebih lengkap. Anda akan dapat memanfaatkan informasi tersebut (misalkan. menyembunyikan informasi adanya masalah mesin mobil anda atau menyembunyikan informasi bahwa mobil anda telah beberapa kali turun mesin atau beberapa komponen pentingnya sudah tidak orisinil lagi kepada calon pembeli) untuk mendapatkan keuntungan harga jual yang tinggi dari pembeli.
Nah lu! itulah Asimetri Informasi. Blom jelas?
Pemahaman asimetri sangat penting dalam dunia pasar modal. Sebuah perusahaan yang akan go public diharuskan mengungkapkan kondisi perusahannya. Jika pemilik perusahaan ingin menjual saham perusahaannya kepada investor dengan harga yang fair maka harusnya tidak ada asimetri informasi. tidak ada informasi mengenai kondisi perusahaan yang cukup material disembunyikan. Jika ada asimetri informasi, artinya adalah bahwa pemilik perusahaan dapat mengambil untung dengan memanfaatkan ‘kelebihan’ pengetahuannya akan informasi perusahaan kepada investor yang akan membeli saham perusahaan tersebut. Untuk itu seringkali regulator bursa mensyaratkan pengungkapan penuh dalam laporan keuangan untuk perusahaan-perusahaan yang go public. Perusahan-perusahaan yang melakukan penjualan sahamnya diharuskan memenuhi ketentuan-ketentuan mengenai pengungkapan laporan keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.